Mutasi Kerja dan Gagal dapat Beasiswa

Flashback dulu ya, berhubung udah lama ga nulis. 29 September 2014, saya mutasi dari site ke kantor Jakarta, promosi? Gak, downgrade, iya, tapi ga papa, daripada kena PHK kalau tetep di site 😁. Si surveyor yang tadinya ngutak-atik Surpac, AutoCAD, Minescape dan teman-temannya harus akrab dengan Ms.Word dan dokumen-dokumen kontrak yang sama sekali bukan bidangnya. Yes, I had to adapt with all of this stuff.

Tadinya, sebelum pindah ke kantor Jakarta, saya sempat mengajukan permohonan ke beberapa program beasiswa untuk bisa melanjutkan S2. Dari 4 program EM yang saya daftar, 2 diterima tapi tanpa beasiswa. Coba mengajukan beasiswa ke LPDP, dan gagal. Entah karena saya mendaftar untuk EM atau karena pilihan S2 yang jauh dari latar belakang S1, namun mungkin karena memang belum waktunya saja saya mendapatkan kesempatan untuk sekolah lagi. 

Setelah pindah ke Jakarta pun saya masih mencoba mendaftar beberapa program S2, diterima, tapi tetap belum dapat beasiswa. Ya sudahlah, kerja aja dulu, siapa tau dapat rezeki besar jadi bisa bayar sekolah sendiri. 

Hello again! 

Ini blog udah bukan berdebu lagi, udah jadi sarang laba-laba kayaknya. Hampir 3 tahun tidak pernah diupdate.

3 tahun, tidak sedikit perubahan yang terjadi dalam hidup saya. Pindah kerja dari site ke Jakarta, menikah, dan sekarang sedang menunggu kelahiran anak pertama. 

Well, hello again! Saatnya bersih-bersih rumah satu ini.. 

Hasil Survey Properti di Beberapa Negara di Asia

Properti, seperti tanah, rumah, apartment, kondominium dan sejenisnya, sampai saat ini masih memiliki daya tarik tersendiri sebagai salah satu bentuk investasi. Di beberapa negara di Asia seperti Hongkong, Singapura, Indonesia dan Malaysia, keterjangkauan dan kenaikan harga rumah serta lokasi menjadi perhatian utama orang-orang yang ingin membeli properti. Semakin strategis lokasinya, tentu akan semakin mahal harganya, pun saat dijual kembali. Hal tersebut tidak akan jadi masalah apabila semua orang mampu membeli rumah dengan harga yang tinggi, namun kebanyakan dari penduduk negara-negara di Asia, merasa terbebani dengan kenaikan suku bungan yang cukup tinggi untuk angsuran rumah. Masih banyak hal-hal lain yang menyangkut dengan investasi properti ini.
Di bawah ini merupakan link ke web hasil survey yang dilakukan oleh iProperti – pemilik dan operator jaringan situs properti No. 1 di Asia.
Laporan survey ini dapat menambah wawasan kita mengenai pasar properti dan temuan yang diperoleh dari survey ini menginformasikan bahwa pasar properti ini sangat kuat namun.konsumen masih sangat berhati-hati.

Hasil Survei Sentimen Pasar Properti di Asia - 2013

Artikel penuh di situs jual rumah di Indonesia, Rumah123.com.

Fenomena Social Media

Rasanya kebanyakan dari postingan saya isinya hanya sekedar curhatan-curhatan pribadi yang hmm, agak labil kalau dipikir-pikir.. Hahaha.. Jadi, kali ini saya akan sedikit membahas tentang jejaring sosial atau yang dikenal dengan singkatan socmed.

Menurut wikipedia, jejaring sosial adalah suatu struktur sosial yang dibentuk dari simpul-simpul (yang umumnya adalah individu atau organisasi) yang dijalin dengan satu atau lebih tipe relasi spesifik seperti nilai, visi, ide, teman, keturunan, dll. Ribet yak, tapi kalau dilihat dari penggunaannya, jejaring sosial itu suatu wadah di dunia maya yang digunakan untuk bersosialisasi, bisa juga buat pamer, buat ngomentarin orang, buat belagak sok pinter, haha. Fenomena socmed ini mulai merambah anak-anak muda sejak adanya friendster, myspace, multiply, plurk (seinget saya sih), terus ada facebook, google+, twitter, path, dll. Awalnya sih fungsi si socmed ini ya itu tadi, buat sosialisasi, untuk mencari teman.sebanyak-banyaknya di dunia maya. Tapi ke sini2 banyak yang jadiin buat lahan nyari duit, seperti jualan online di FB dan twitter, atau buat ngasi tau orang2 dia lagi di mana sedang bersama siapa lewat update-an di path dan foursquare, belum lagi yg suka posting foto2 narsis self-portrait dalam jumlah banyak di instagram (kalau yang ini saya juga agak gagal paham tujuannya apa).

Sebenarnya tidak ada yang salah dengan tujuan-tujuan tersebut, tapi dari efek yang ditimbulkan oleh fenomena ini, jelas ada positif dan negatifnya. Positifnya, komunikasi dengan teman jauh atau teman lama bisa kembali terjalin setelah berteman di FB, bahkan ada yang dapat jodoh dari socmed, untuk yang punya online shop, itu juga termasuk keuntungan dari menggunakan socmed. Tapi negatifnya juga banyak. Pada kenyataannya dengan adanya socmed ini justru membuat hidup manusia terpisah dari kehidupan nyata. Kenapa? Karena interaksi secara langsung di kehidupan nyata intensitasnya justru berkurang disebabkan oleh kesibukan membangun interaksi di dunia maya. Misalnya saja, disaat sedang berkumpul dengan keluarga atau teman-teman, namun masing-masing orang sibuk berkutat dengan gadgetnya sendiri. Ada yang sibuk bbm-an, sibuk balas mention, dll. Hal ini disebabkan karena dunia maya sudah menjadi dunia kedua yang menyajikan kenyamanan dan keasikan tersendiri bagi para penghuninya. Jalinan hubungan pertemanan atau bisnis memang dimudahkan.dengan adanya socmed ini, tapi jika kita tidak bijak membagi waktu dan menyikapi fenomena socmed, efek negatifnya juga besar.

Postingan gak jelas kali ini disponsori oleh malam minggu yang sepi tanpa ada yang menemani #halah..

Happy Ied Mubarak!

Yeeey, lebaran kali ini saya bersyukur sekali bisa ada di rumah bersama orang2 tersayang. Selamat Idul Fitri 1434H, semoga amalan2 di bulan Ramadhan lalu diterima oleh Allah dan kita dipertemukan kembali dengan Ramadhan berikutnya. Amiiin.

*meminta maaf lebih dulu kepada orang lain tidak akan merendahkan harga diri kita*

Ketinggalan Pesawat!

Well, yesterday was a bad day. Why? Begini ceritanya. Setiap cuti saya selalu berangkat malam hari dari camp karena untuk sampai ke Balikpapan saja butuh waktu 8 jam perjalanan. Pun kemarin, saya bersama 3 orang rekan memutuskan untuk naik travel yang biasa kami gunakan. Saya semangat sekali karena akan cuti setelah panas2an di site selama 8 minggu, dan yang jelas saya sudah janjian dengan si abang di Balikpapan untuk bareng2 berangkat ke Padang. Perasaan saya udah ga enak waktu si travel ini jam 10 masih belum nongol di depan camp. Padahal biasanya jam 9 atau setengah 10 sudah sampai di camp. Akhirnya yang ditunggu datang juga pukul setengah 11 dan err.. sopirnya pake makan dulu di warung dekat camp. Saya udah mulai bete, berangkat jam 10 aja nyampe bandara bisa jam 6, apalagi jam 11, tapi kali ini saya memesan tiket jam 9, niatnya supaya ga buru2, takut telat nyampe bandara klo ambil first flight. Dan jam 11 travel pun berangkat, saya langsung mencari posisi tidur yang nyaman. Biasanya gitu, kalau berhenti aja baru bangun. Saya tertidur sampai kemudian terbangun jam 3 pagi dan ternyata mobil kami terjebak macet gara2 ada truk yang bannya terperosok ke jembatan. Teman saya bilang, sudah sejam stuck di sini (berarti saya tidur terlalu nyenyak dan ga nyadar kalau kobil sudah berhenti dari tadi). Dan kemudian teman saya itu bilang lagi kalau ini baru 2 jam dari camp, yang artinya masih 6 jam perjalanan lagi ke bandara. Shit. Setelah menunggu 2 jam akhirnya si truk tadi ditarik dan sudah keluar dari jebakan batman. Kami pun kembali masuk ke mobil dan menunggu giliran melewati jembatan. Selang beberapa saat kami heran, kenapa ga maju2 ini? Dan ternyata ada truk kedua yang terjebak di tempat yang sama, saat itu waku sudah menunjukkan pukul 4 kurang 15 menit. Saya dan teman2 udah mulai ngomel2 gara2 kebodohan sopir truk yang kedua ini. Sopir travel kami pun memutuskan untuk mendekati lokasi dan memarkir kobil di dekat sana supaya nanti bisa langsung berangkat kalau jalanan sudah lancar. 10 menit, 20 menit, sudah setengah jam di sana tapi belum ada tanda2 truk akan ditarik atau mau diapakan. Salah seorang teman saya sudah pasrah ketinggalan pesawat karena penerbangannya pukul 7.45, dan waktu pada saat itu sudah pukul setengah 5 subuh. Teman yang satunya pun sudah mengganti jadwal penerbangan, saya sibuk ngomel2. Baru pukul setengah 6 kami lolos dari kemacetan gara2 kebodohan supir truk yang kedua itu. Dan saya yakin sudah tidak bisa mengejar pesawat pukul 9. Artinya, saya harus reschedule penerbangan dan ga jadi bareng sama si Abang. Huft. Gagal lagi rencana buat pulang bareng. Sampai di bandara Sepinggan saya langsung ke chasier Garuda, ganti jadwal dan duduk sendirian menunggu pesawat yang berangkat pukul 1. Terbang, sampai Jakarta pukul setengah 3, beli cemilan, nge-game sambil nunggu boarding. Sampai di Padang saya dijemput pacar, muka udah kucel banget, badan pegel2, sampai rumah habis mandi langsung tepar. I hate yesterday.

Tak Apa

Hai, kamu di sana lagi sibuk ya? Iya, aku mengerti, waktumu bukan hanya untukku saja. Aku tau itu. Kamu sudah cukup lelah dengan hari2mu dan aku tidak mau lagi menambahkan beban pikiranmu dengan ocehan2ku. Aku perlahan-lahan mencoba mengurangi intensitas komunikasi di antara kita. Bukan apa2, aku hanya tak ingin mengganggumu, tak ingin membuang waktumu untuk meladeni pesan2ku yang tidak begitu penting. Percayalah, tidak ada yang berubah.  Aku hanya belajar menahan diri untuk tidak menghubungimu setiap saat, walaupun sebenarnya aku ingin berbincang denganmu sesering mungkin. Tapi tak apa, aku sudah mulai terbiasa. Aku hanya berdoa supaya kamu baik2 saja di sana, sabar menanti setiap  pertemuan sampai pada akhirnya jarak dan waktu ini tak lagi menghalangi setiap pertemuan kita.